Jejak Langkah di tanah Sumba

Sumba, menjadi salah satu destinasi wisata yang sedang naik daun. Banyak yang ditawarkan dari Pulau Sumba sebagai tujuan wisata, tidak melulu pemandangan indah laut atau pantainya, Sumba juga menawarkan pemandangan lain yang tentunya menarik wisatawan baik domesti ataupun mancanegara.

Sumba yang dibagi menjadi Sumba Barat daya, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur, dikenal dengan ragam bahasanya dan adalah yang paling sulit ada di Sumba Barat daya.

Peta Sumba
Peta Sumba

Perjalanan saya dimulai dari Denpasar menuju Sumba Barat Daya dengan waktu terbang kurang lebih 1jam dengan pesawat kecil, dan mendarat di bandara Tambolaka. Bandar Udara Tambolaka berada di Sumba Barat Daya.

bandar udara Tambolaka di Sumba Barat Daya
bandar udara Tambolaka di Sumba Barat Daya

Perjalanan saya dilanjutkan ke penginapan yang berada tidak jauh dari bandara Tambolaka.

pemandangan dari penginapan
pemandangan dari penginapan

Kampung Adat Ratenggaro
Ada di Sumba Barat Daya, Kampung adat Ratenggaro terletak dekat dengan pantai dan muara Waiha yang dikenal mistis.

Rumah adat Ratenggaro
Rumah adat Ratenggaro

IMG-20170226-WA0009

Rumah adat yang dikenal dengan Una Kelada ini dibagi menjadi 3 bagian. Dilantai paling bawah digunakan untuk kandang ternak, dilantai dua digunakan untuk tempat tinggal, sementara di lantai paling atas digunakan untuk menyimpan hasil tani seperti jagung, kacang dan bahan pangan lainnya.

Penduduk kampung adat Ratenggaro
Penduduk kampung adat Ratenggaro
IMG-20170302-WA0149
Kampung Adat Ratenggaro – Sumba Baratdaya

Teman-teman  yang datang ke Sumba membawa beberapa perlengkapan sekolah ataupun makanan kecil untuk anak-anak daerah setempat. Ternyata memang masih banyak anak-anak di Sumba yang membutuhan. Sumba Baratdaya memang lebih tertinggal dibandingkan Sumba Tengah ataupun Sumba Timur.

anak Ratenggaro
anak Ratenggaro

Pantai Pero,
Terletak bersebelahan dengan kampung adat Ratenggaro.
Pantai ini memang tidak terlalu istimewa, namun cukup menyenangkan ada disini untuk sekedar bersantai sambil menikmati hembusan angin ditemani deburan ombaknya yang cukup besar. Tempat ini biasa digunakan untuk berselancar, karena ombaknya yang menantang.

Pantai Waiha
Pantai Pero

Dermaga Waikelo
Menyenangkan ada di sini, menikmati sunset dari Dermaga Waikelo yang sangat cantik.

Dermaga
Dermaga Waikelo

Sunset Waikelo
Dengan hembusan angin yang tidak terlalu kencang, saya menikmati sedikit demi sedikit perubahan warna  di sore itu. Ini tercantik yang pernah saya lihat. Perpaduan warna yang menawan seolah patut diabadikan.

sunset di Waikelo
sunset di Waikelo

IMG-20170225-WA0031

Danau Weekuri / Waikuri
Terletak di daerah Kodi – Sumba Baratdaya, danau yang seperti cermin ini berada tepat bersebelahan dengan lautan luas sehingga air di danau ini terasa asin karena tercampur dengan air laut yang keluar dari celah-celah batu karang. Di ketinggian saya bisa menikmati danau yang berwarna tosca dan lautan yang biru.

Danau Weekuri

Danau Weekuri

IMG_20170225_092225

Pantai Mandorak – Kodi
Berada tidak jauh dari danau Weekuri, tempat ini begitu cantik dengan pasir putih semu pink. Air nya yang gradasi tosca-biru serasa menyatu dengan langit yang biru dengan sedikit awan putih bak kapas. Disini tidak ramai pengunjung, saya bisa bermain-main air sepuasnya dan mengambil gambar tanpa banyak orang yang berlalu lalang.

Pantai Mandorak - Kodi
Pantai Mandorak – Kodi
Pantai Mandorak
Pantai Mandorak
anak Kodi
anak Kodi menunggui pakaian mereka yang sedang dijemur.

Pantai Bwanna / Banna
Pantai ini tidak terlalu ramai, mengingat perjalanan menuju kesini cukup menguras tenaga. Cuaca Sumba yang terkenal panas membuat perjalanan saya harus selalu dilengkapi dengan air minum agar tidak dehidrasi. Lelahnya perjalanan yang menurun cukup menantang, memang terbayar dengan kecantikan pantai ini. Seperti hidden paradise.
Pasirnya putih dan airnya gradasi tosca-biru, tebing yang berlubang seolah menjadi icon pantai Bawana ini. Banyak pengunjung datang untuk menjadikan tebing yang dikenal tebing cincin ini sebagai background photo mereka.

pantai bawana/bwana

pantai bawana/bwana

tebing cincin
tebing berlubang / cincin

Sunset di perbukitan,
Sumba dikenal dengan savana dan perbukitan yang menawan. Sepanjang jalan disetiap sisi akan ditemui savana dengan rombongan hewan-hewan sebagai penghuni. Bukit-bukit yang hijau seolah tak bertepi. Salah satu perbukitan jadi tujuan saya untuk menghabiskan sore sambil menanti sunset. Ilalang dan bunga-bunga liar jadi pemandangan saya.

IMG_20170225_175630

anak-anak bermain di bukit
anak-anak bermain di bukit
IMG_20170225_182245
golden sunset

Air Terjun Lapopu

Sumber air yang berasal dari Goa Kars yang ada di atasnya.  Air terjun ini terletak di Desa Hatikuloku, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, merupakan air terjun tertinggi di Nusa Tenggara Timur.  Air terjun ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Menupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (ManaLawa) di Pulau Sumba. Tinggi air terjun ini 90 meter.

Menuju ke air terjun Lapopu melewati arus air sungai dan menyeberangi sungai dengan jembatan dari bambu.

jembatan menuju air terjun lapopu
jembatan menuju air terjun lapopu
melewati dan menyeberangi sungai
melewati dan menyeberangi sungai


IMG_20170226_095646

Kampung adat Praijing
Terletak di daerah Waikabubak Sumba Barat.

rumah adat kampung Praijing
rumah adat kampung Praijing

Di kampung adat Praijing ini lebih modern dibandingkan dengan kampung adat Ratenggaro.  Akses menuju Praijing pun sudah baik. Umumnya, sekitar rumah-rumah warga terdapat kuburan megalitik dengan batu-batu besar. Kuburan-kuburan tersebut biasanya berada di bagian depan sebagai simbol penghargaan terhadap orang yang sudah meninggal.

Kuburan
Kuburan dari orang adat sumba.

Bahkan kuburan orang-orang Sumba lebih bagus daripada tempat tinggalnya sendiri. Terkadang biaya yang tidak sedikit untuk membangun kuburan membuat jasad tidak langsung dikuburkan dan disimpan dirumah sampai tercukupi biaya untuk membuat kuburan yang cukup baik, ada juga yang sampai lebih dari 5 tahun disimpan dirumah sambil mengumpulkan biaya untuk menguburkan seorang jasad.

Pantai Walakiri
Pantai yang seolah menjadi icon of Sumba ini memang cukup menarik untuk mendapatkan sunset. Dengan background pohon mangrove kerdil yang unik di bibir pantai. Sayang pantai ini tidak terlalu bersih. Saat sore, air sedang surut sehingga saya bisa mendekat ke pohon mangrove kerdil.

Ketika matahari terbenam, perpaduan antara warna langit senja dan siluet pohon mangrove terlihat sungguh artistik dan fotogenik untuk di foto dari segala arah.

IMG-20170227-WA0337

IMG_20170226_174502

 Air Terjun  Tanggedu
Jaraknya cukup jauh, lokasi wisata yang terbilang baru ini cukup  menarik perhatian pengunjung walaupun harus melalui perjalanan yang cukup terjal. Kendaraan yang digunakanpun sebisa mungkin yang memang khusus untuk jalan yang agak berkerikil dan track yang berkelok-kelok.

IMG-20170302-WA0173
perbukitan di kanan kiri jalan
IMG-20170302-WA0161
hijau walau di musim kemarau

Perjalanan yang cukup jauh tidak menyurutkan wisatawan untuk datang ke air terjun Tanggedu, karena pemandangan di kanan kiri selama perjalanan cukup memanjakan mata. Lereng dan perbukitan hijau membuat perjalanan tidak terasa melelahkan. Binatang-binatang yang mencari makan di padang savana seolah menjadi tuan rumah.

IMG-20170302-WA0195
Savana Puru Kambera

Perjalanan kaki kurang lebih 2 km melewati lembah dan sungai diterik matahari yang menyengat namun sejuk.IMG-20170228-WA0015

IMG-20170228-WA0017

IMG-20170228-WA0021

IMG-20170228-WA0022

IMG-20170228-WA0018

Dan perjalanan kurang lebih 2 km terjawab dengan senyuman puas. Karena akhirnya saya temukan air terjun yang cantik luar biasa.

Air terjun yang unik dengan bebatuan besar dan dengan beberapa aliran air terjun dari yang besar hingga kecil. Saya bisa menikmati sejuknya air walau suasana hari itu cukup terik. Menikmati makan siang di atas bebatuan besar dengan suara air terjun yang damai.

Lelah perjalanan yang cukup jauh dan juga terjal dilengkapi dengan tracking yang tidak mudah hilang sirna saat saya sampai di air terjun Tanggedu ini.

IMG-20170302-WA0171
Tanggedu

IMG-20170302-WA0164

Tanggedu

Bertemu sekawanan kuda di Mondu,
Savana luas dengan perbukitan di kanan kiri jalan, dikenal dengan nama Mondu. Saya sempatkan turun sebentar sekedar mengabadikan apa yang terlihat saat itu. Sekawanan kuda-kuda yang sedang mencari makan, beruntungnya saya karena belum terlalu sore saat melewati Mondu. Masih banyak kawanan hewan yang mencari makan, walau cuaca agak mendung, tidak mengurangi sempurnanya alam Sumba saat itu. perbukitan yang bermutual dengan hewan-hewan pencari makan. Langit yang kehitaman seolah memayungi mereka. PERFECT!!

IMG-20170302-WA0198

IMG-20170302-WA0220

IMG-20170227-WA0347

Mengenal Tenun Sumba,

Sumba menjadi salah satu penghasil kain tenun yang mendunia. Berbagai macam corak dan warna menjadi khas dari kain Sumba. Walaupun harganya tidak murah, namun bagi pecinta kain tidak akan menjadi masalah, mengingat pengerjaannya yang masih manual dengan teknik yang masih tradisional membuat waktu proses yang cukup lama.

Kain tenun sumba diolah dari benang-benang yang diproduksi sendiri oleh para pengrajinnya, memintal benang dan dengan pewarnaan yang juga masih terbilang old school, warna-warna yang dihasilkannya bukan dari pewarna jadi melainkan dari tumbuh-tumbuhan.

IMG_20170228_110717
benang putih untuk dasar pembuatan kain tenun sumba

 

IMG_20170228_110634
benang yang sudah diikat dan diberi pewarna

untuk  menghasilkan corak dan motif yang beragam, dilakukan proses ikat pada benang-benang putih. Maka dinamakan kain tenun ikat.

Pewarnaan menggunakan bahan yang diambil dari alam seperti akar, daun nila dan kemiri. Proses pembuatan kain tenun bisa mencapai waktu 1 tahun atau lebih tergantung dari seberapa sulit corak atau motif yang ingin dihasilkan.

IMG_20170228_101405
salah satu hasil kain tenun ikat

Harga dari kain tenun sumba beragam mulai dari 200 ribu sampai dengan 5 juta rupiah.

Bangga Indonesia.

 

A Simply Journey