Dieng – Wonosobo

Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, masuk wilayah Kabupaten Wonosobo.

Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 12—20°C di siang hari dan 6-10°C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0°C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.

Memasuki kawasan Banjarnegara, saya disuguhkan dengan sejuknya hawa pegunungan dengan hamparan undak2 tanaman sayur di kanan kiri jalan.

C360_2014-11-22-09-58-43-509
hamparan karpet alam dengan gagahnya pegunungan di kawasan Banjarnegara.

Sesampainya di homestay, saya istirahat makan sebentar dan segera melanjutkan perjalanan, Tujuan selanjutnya adalah Kawah Sikidang.

Kawah Sikidang merupakah salah satu kawah yang populer dikunjungi wisatawan karena mudah dicapai. Terdapat lubang besar yang mengeluarkan uap panas karena didalamnya mengandung gas alam yang suhunya sangat tinggi. Disarankan untuk menggunakan masker di area ini karena bau belerang yang masih menyengat.

Dilarang mendekati kawah ini karena bahaya gas dan panasnya uap.

Dilarang mendekati kawah ini karena bahaya gas dan panasnya uap.

Disepanjang area menuju kawah Sikidang, banyak ditemui penjual makanan maupun hasil bumi khas Dieng.

Kentang, carica, cabe gendol dan banyak hasil bumi khas Dieng
Hasil bumi Dieng

Senangnya melihat hasil kekayaan alam negeri sendiri.  Penduduk Dieng yang mayoritas petani dan tanahnya biasanya ditanami bermacam sayur mayur seperti,
Kentang ( Dieng merupakan penghasil kentang terbesar dan terbaik di Indonesia ), Cabai gendol / cabai gendut ,  Carica , Wortel, Kubis dan lain sebagainya. 

Show di teater Dieng menjadi tujuan kami selanjutnya.

C360_2014-11-22-13-52-27-797

Disini  disuguhkan tentang sejarah, budaya dan kekayaan Dieng. Teater ini seperti di Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah – Jakarta.

Sejenak mendengarkan cerita tentang Dieng, tak jauh dari Teater ada Telaga Warna.

Telaga Warna

C360_2014-11-22-14-34-07-323
Telaga Warna yang sedang surut

Saat ini, air di telaga sedang surut, sehingga tidak sempurna seperti biasanya. Dinamakan telaga warna karena airnya yang berubah-ubah, terkadang hijau dan kuning atau berwarna seperti pelangi. Fenomena ini terjadi karena air telaga mengandung sulfur yang cukup tinggi, sehingga saat sinar matahari mengenainya, maka warna air telaga nampak berwarna warni.

Komplek Candi Arjuna

C360_2014-11-22-15-14-36-091

C360_2014-11-22-15-15-13-480
Candi Arjuna dari sisi samping

Komplek Arjuna ini terdiri dari beberapa candi.
Candi Arjuna,

 

C360_2014-11-22-15-18-18-499
Candi Arjuna tampak depan

Candi Semar,
Merupakan pelengkap dari Candi Arjuna, berada tepat dihadapan Candi Arjuna.

Candi Semar
Candi Semar

Candi Srikandi,
Seperti juga pasangannya yang selalu bersanding, ada Candi Srikandi yang mendampingi Candi Arjuna.

Candi Srikandi

Candi Srikandi

Candi Puntadewa,
Tepat bersebelahan dengan Candi Srikandi, terdapat Candi Puntadewa yang saat ini sedang dalam renovasi.

Candi Puntadewa
Candi Puntadewa

Candi Sembadra,
Candi yang berada paling ujung ini adalah Candi Sembadra.

Candi Sembadra
Candi Sembadra

Masyarakat memberikan nama tokoh pewayangan Mahabarata sebagai nama candi.

Perjalanan dilanjutkan keesokan harinya saat akan hunting sunrise dari puncak Sikunir. Pukul 03.00 menuju penanjakan Sikunir dan melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam berjalan kaki dalam gelap dan dinginnya Dieng menuju awal pendakian.

start dari sini memulai penanjakan puncak Sikunir
start dari sini memulai penanjakan puncak Sikunir

30 menit pendakian dengan jalan yang cukup sempit dan gelap, akhirnya saya sampai juga di puncak dan menanti cantiknya sunrise dari ketinggian 2260 mdpl. Semburat sempat terlihat, tetapi kabut tebal kemudian memupuskan harapan untuk bertemu golden sunrise.

C360_2014-11-23-04-53-23-197
kabut terbawa angin

 

kabut semakin tebal
kabut semakin tebal

Yaa, walau sedikit kecewa namun  tetap senang bisa sampai dipuncak dan menikmati hawa yang dingin dengan orang-orang yang ramah. Pukul 06.00 saya kembali  turun dan menemukan kecantikan lain dikawasan Sikunir.

Telaga Dringo,

Telaga Dringo
Telaga Dringo

Tidak jauh dari kawasan Sikunir, saat saya turun dari puncaknya dan menemukan kecantikan telaga Dringo di pagi hari. Nama Telaga Dringo di ambil dari jenis tanaman Dringo yang banyak tumbuh di sekitar Telaga.  Bagi para pecinta alam, Telaga ini juga sering disebut Ranukumbolo KW2.

**