Category Archives: Journey

Ketenangan yang hakiki di Tangkahan & Bukit Lawang

Kemana? Medan. Mendengar kota itu, beberapa  mengira tujuannya adalah Toba atau Samosir.

Dan ternyata, Medan bukan hanya Toba atau Samosir, banyak yang bisa di explore, salah satunya Tangkahan. Ada apa di situ??Yuk liat dan jatuh cinta sama tempat ini.

TANGKAHAN.
Berada di kecamatan Medan Labuhan, Medan – Sumatera Utara.
Perjalanan menuju Tangkahan saya mulai dari Kualanamu – Medan. Kurang lebih 2-4 jam perjalanan, melewati jalan yang kurang baik, juga melewati perkebunan sawit di kanan kiri jalan, juga dengan pemandangan hewan ternak seperti kambing dan sapi bergerombol di jalan sehingga harus hati-hati dengan kecepatan kendaraan agar tidak menabrak mereka.

Ekowisata Tangkahan ada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang terletak di Kabupaten Langkat. Tangkahan mulai ramai dikunjungi karena panorama alamnya yang menakjubkan dan kesegaran udara yang disuguhkan membuat siapa saja betah berlama-lama di sini.

Tempat ini memang lebih banyak di datangi oleh wisatawan mancanegara, cerita dari kawan saya yang sebelumnya pernah juga datang kesini, menceritakan bahwa jarang sekali ada wisatawan lokal yang datang ke Tangkahan.

Sesampainya di lokasi, saya masih harus melanjutkan perjalanan menuju homestay dengan menyeberangi jembatan yang dibawahnya mengalir sungai.

IMG_20180914_102655_337

Jembatan yang sederhana ini aman untuk dilewati, sambil bisa melihat orang-orang yang bermain di sungai atau terkadang ada gajah yang lewat selepas melaksanakan tugasnya berpatroli di hutan. Homestay yang saya tinggali sungguh menenangkan. View yang bagus dimana bisa langsung melihat ke arah sungai dan hutan, kadang terlihat monyet-monyet hutan yang mulai mencari makan.

pemandangan dari atas jembatan

gajah selepas patroli hutan
gajah selepas patroli hutan

Sekedar informasi bahwa di Tangkahan belum ada akses internet, untuk telepon saja masih sulit. Listrik mereka beberapa juga mengandalkan genset.  Tempat yang rekomen untuk menghilangkan penat di perkotaan dan tuntutan pekerjaan.

pemandangan di sisi homestay
pemandangan di sisi homestay


Perjalanan bertemu dengan gajah.
Jadwal saya di hari berikutnya adalah bertemu dengan keluarga gajah. Perjalanan saya  akan memakan waktu kurang lebih 1 jam, melewati hutan, ladang, menyusuri sungai dan tubing menuju pemandian gajah.  Beruntungnya hari cukup cerah setelah semalaman hujan deras menyambut kedatangan saya di Tangkahan.

Berbekal makan siang dan ban karet untuk tubing menuju pemandian gajah nantinya, saya harus melewati jembatan menyeberangi tebing-tebing. Jembatan kali ini lebih sederhana lagi, karena hanya berupa papan-papan kayu dan hanya satu orang bisa melewati jembatan ini bergantian, cukup memacu adrenalin dan seru.

JEMBATAN BULU KECIL

perjalanan melewati hutan
perjalanan melewati hutan
sejenak beristirahat di tengah hutan.
sejenak beristirahat di tengah hutan.

IMG_4748
Setelah perjalanan melewati hutan, akhirnya saya bertemu dengan sungai yang jernih juga dingin. Sesaat membersihkan diri sebelum melanjutakan perjalanan, menyusuri sungai Sekucip yang tenang dengan riak air yang tidak begitu berarti.

sungai sekucip

Uniknya juga di sungai ini ada spot air hangat di gua kecil seberang sungai ini, ternyata itu adalah air belerang.

nikmati tenang dan sejuknya air
nikmati tenang dan sejuknya air

IMG_20180908_121341

Sebentar bermain-main di sungai Sekucip, saya pun menikmati makan siang yang dibuat begitu manis, walau dengan lauk yang sederhana, tapi begitu menyatu dengan alam. Dipinggir sungai diiringi lantunan suara gemericik air dan hewan-hewan hutan.

IMG_4836

Dari sini saya melanjutkan perjalanan menuju air terjun di  sungai bulu kecil. Air terjunnya tidak terlalu tinggi, airnya dingin karena tertutup rindangnya pepohonan. Tetap harus hati-hati menyusuri sungai menuju ke air terjun ini karena bebatuan yang licin dan tetap harus dalam pengawasan guide yang adalah orang lokal karena mereka yang lebih paham akan area tersebut.

Sebentar bermain-main di air terjun, perjalanan dilanjutkan dengan ban karet yang jadi satu-satunya transportasi yang saya gunakan selama perjalanan ini. Menyenangkan karena bisa sambil menikmati alam di kanan kiri sungai, melihat warga yang memancing atau mereka yang menyeberangi jembatan.

Mandi dan bercengkrama dengan gajah.
Di Tangkahan ada Conservation Response Unit (CRU), merupakan unit yang didirikan untuk mengatasi konflik yang terjadi antara manusia dengan gajah Sumatera. Peran CRU bukan sebatas menanggulangi pertikaian, tapi juga mencegah terjadinya perburuan liar terhadap satwa dilindungi.

Peran gajah disini bukan semata untuk menarik perhatian wisatawan saja. Gajah-gajah disana dilatih dan dipelihara dengan baik. Jadwal mereka mandi setiap hari 2 kali sehari di pagi dan sore hari. Setiap hari Jum’at gajah-gajah melakukan patroli di hutan untuk mencegah adanya ilegal logging atau pembalakan liar.

CRU Tangkahan mempunyai 9 ekor gajah dengan 1 pejantan dewasa berusia 32 tahun bernama Theo. Gajah-gajah di sini mulai belajar dan berlatih di usia 5 tahun.

Bagi wisatawan yang datang, bisa melihat atau ikut memandikan gajah-gajah disana dan juga berfoto bersama, tetap dibawah pengawasan mahout ( pawang gajah atau orang yang mengemudikan gajah ).

bersiap untuk mandi
bersiap untuk mandi
mandi bareng
mandi bareng

IMG_5012

BUKIT LAWANG.
Jarak Tangkahan ke Bukit lawang menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam menggunakan mobil.

Bukit Lawang termasuk dalam lingkup  Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan daerah konservasi terhadap orang utan.

Pada tahun 2003, Bukit lawang dilanda banjir bandang yang menyebabkan ratusan rumah penduduk di sekitar sungai Bahorok hancur dan pariwisata menurun.

Bukit lawang lebih ramai dibandingkan Tangkahan yang sudah banyak penduduknya, sudah bisa akses internet dan hiburan serta tempat nongkrong walau tidak sebanyak di kota. Masih bersisian dengan sungai Bahorok dan juga hutan, maka terkadang monyet-monyet berlompatan di atas atap rumah dan atau melihat keseharian warga yang mencuci atau mandi di sungai. Sayapun sempatkan untuk menghabiskan malam di resto yang cukup happening di sini. Cukup mewah dengan tampilan lampu-lampu yang cantik di malam hari, tamu-tamu wisatawan luar negeri dan makanan yang beragam.

Eco lodge bambu restaurant
Eco lodge bambu restaurant

IMG_20180909_192844

Hutan dan keberagaman isinya.
Persiapan menuju perjalanan hutan TNGL saya mulai dari pagi-pagi sekali. Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 3-4 jam, maka persiapan energi sangat dibutuhkan. Setelah cukup sarapan dan membawa bekal beberapa buah untuk di perjalanan dan untuk hewan-hewan di dalam hutan, sayapun memulai perjalanan.

Sampai di titik dimana saya memasuki area TNGL. Menurut guide yang  mengantar saya, setelah hujan dimalam hari, biasanya hewan-hewan hutan jarang terlihat keluar dari tempatnya. Sedikit kecewa namun tetap berharap bisa bertemu dengan penghuni hutan ini.

Setelah di panggil dan dipancing dengan buah, akhirnya saya bertemu dengan Thomas leaf monkey, adalah salah satu jenis primata yang ada di hutan TNGL ini.

IMG_20180910_074739

IMG_20180910_074244

Berjalan di hutan setelah hujan semalaman harus waspada, tanah yang lembab dan licin membuat saya harus berhati-hati, mata tetap mencari barangkali ada hewan lain yang bisa saya temukan.
Selanjutnya saya melihat orang utan bernama Wati yang baru saja 2 bulan melahirkan anaknya, masih menggendong anaknya, Wati coba kami rayu untuk turun, namun tidak berhasil. Menurut guide yang bersama saya, orang utan yang baru melahirkan takut bertemu dengan orang karena mereka takut anaknya diambil.

IMG_20180910_082248

IMG_20180910_082334

Akhirnya saya meninggalkan Wati dan mencari orang utan lain. Dan semestapun mendukung untuk saya bisa bertemu orang utan lainnya.

Orang utan, merupakan salah satu jenis primata yang memiliki rambut berwarna merah kecoklatan dan tidak memiliki ekor.

IMG_20180910_090832

IMG_20180910_091456

Orang utang yang ini lebih senang tampil dibandingkan dengan Wati, dia bergaya dengan manisnya. Para ranger memberi makan pisang di dahan-dahan pohon agar orang utan ini mau turun dan saya bisa melihat dengan dekat dan jelas  orang utan ini. Sementara saya dan para wisatawan lainnya asyik dengan orang utan, lalu lewatlah jenis lain dari kawanan monyet.

IMG_20180910_091847

IMG_20180910_091900

Dengan gagahnya dia berjalan melewati kawanan wisatawan dan lalu memanjat pohon, berlompatan dari satu dahan ke dahan lainnya.

Perjalanan saya masuk hutan ini menjadi pengalaman sendiri, bisa bertemu langsung dan dekat dengan hewan-hewan di habitatnya. Menyenangkan.

Bagi kalian yang ingin mencoba perjalanan lain yang menyenangkan dan menenangkan sambil belajar, Tangkahan dan Bukit lawang bisa jadi pilihan.

Minat untuk pergi kesana dan butuh guide, disana banyak yang akan bantu dan tentunya cukup berpengalaman.

Selamat berlibur. Jaga bumi kita, bangga Indonesia.

Ps:
Informasi lebih lanjut jika ingin berkunjung ke Tangkahan & Bukit Lawang, silahkan cek dan dm instagram @dimasgintink atau @hendra.tangkahan
atau silahkan comment di post ini.