Kembali ke Yogyakarta

Seperti lirik lagu Jogjakarta yang dibawakan KLA Project, Yogyakarta memang selalu bersahabat dan membuat saya seperti ingin kembali pulang.

Bukan sekedar kota pelajar, Yogyakarta menyimpan banyak sekali cerita, setiap sudut kota menawarkan keramahan yang membuat saya merasa pulang kerumah sendiri.

Beberapa tempat yang menjadi icon of Yogyakarta tetap menarik dan juga tempat baru yang memikat.

Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
Masih menarik banyak pengunjung. Didalamnya terdapat beberapa barang peninggalan sejarah dari raja-raja sebelumnya sampai sekarang. Mulai dari alat makan sampai kereta kencana.

keraton kasultanan ngayogyakarta hadiningrat
keraton kasultanan ngayogyakarta hadiningrat

20161202_084657

gazebo keraton
gazebo keraton
Abdi dalem. digambarkan dalam bentuk patung di depan pintu masuk keraton
Abdi dalem. digambarkan dalam bentuk patung di depan pintu masuk keraton
salah satu koleksi barang yang dipakai raja.
salah satu koleksi barang yang dipakai raja.

 

20161202_085416
walau mengenyam pendidikan barat, tetap kembali ke leluhur JAWA.

Kampung Batik
Di sekitaran Keraton Yogyakarta, terdapat kampung batik dimana lebih dari 50% penduduk disana adalah juga sebagai abdi dalem Keraton. Batik yang dihasilkan bukan sekedar kain untuk dipakai sebagai sandang, namun juga sebagai karya yang sangat indah.

lukisan batik ini terasa hidup karena pencahayaannya yang pas.
lukisan batik ini terasa hidup karena pencahayaannya yang pas.
beberapa contoh hasil batik lukis
beberapa contoh hasil batik lukis

Lukisan tersebut dibuat dengan konsep yang sama seperti membatik, menggunakan lilin dan diatas kain katun atau sutra. Harganyapun beragam tergantung seberapa rumit gambar yang dihasilkan.  Cara lain membatik yang sangat mengagumkan.

Wisata Tebing Breksi
Ada di lokasi yang berdekatan dengan Candi Ijo, Candi Ratu Boko dan Candi Prambanan, tempat yang sedang happening ini cukup menarik perhatian pendatang. Tempat yang awalnya hanyalah tempat menambang batu, saat ini lebih banyak didatangi wisatawan untuk berfoto menikmati sunrise ataupun sunset.

Beberapa karya pahatan batu pun menghiasi beberapa sisi tebing ini.

20161204_074132

20161204_074207

20161204_073916

img-20161204-wa0014

Dari puncak tebing Breksi, saya pun bisa melihat Merapi dan juga Candi Prambanan.

20161204_075637

terlihat Prambanan di kejauhan
terlihat Prambanan di kejauhan
20161204_075258
bisa juga digunakan untuk tempat pertunjukan

Museum Ullen Sentalu
Museum Ullen Sentalu menyimpan beberapa lukisan dari Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Menceriterakan beberapa tokoh pangeran dan putri serta permaisuri di masa kejayaan.

Beberapa peninggalan sajak dan foto-foto pada zamannya pun masih tersimpan dengan baik.

beberapa topeng yang disimpan di museum ullen sentalu
beberapa topeng yang disimpan di museum ullen sentalu

20161203_135633

Saat masuk ke Museum Ullen Sentalu, kita akan dipandu oleh pemandu wisata yang akan menceritakan asal muasal pernak pernik yang disimpan disana dan sejarahnya.

Tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar selama di dalam Museum Ullen Sentalu. Hanya diperbolehkan mengambil gambar di area masuk atau diluar museum.

Menariknya karena kita akan lebih fokus terhadap apa yang sedang diceriterakan sang pemandu mengenai sejarah yang ada di dalam museum.

Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko memang tidak seramai  Candi Borobudur, tetapi semakin ramai setelah tempat ini dijadikan salah satu setting untuk film Ada Apa Dengan Cinta 2.

Tempatnya semakin bagus untuk sekedar  foto-foto ataupun mengulik sejarah ratu boko. Dari sini dekat pula ke beberapa situs bersejarah seperti Candi Prambanan.

IMG-20161204-WA0009

Jalan dan jajan.
Jika berkunjung ke Yogyakarta, selain menyambangi wisata dan sejarahnya, banyak pula jajan dan tempat hiburan yang menarik.

Saat saya datang bertepatan dengan akan diadakan Sekatenan, pasar malampun jadi hiburan rakyat yang tak pernah absen.

Ada berbagai wahana dan penjaja makanan di sana. Banyak muda mudi sekedar menghabiskan malam minggu, anak-anak dan orang tua mencari jajanan dan bermain mencari hiburan murah meriah.

20161203_220444
kincir raksasa
tong setan
tong setan

Tong setan jadi salah satu yang menarik perhatian saya. Sudah pernah tau tentang atraksi ini, namun saya belum pernah menontonnya secara langsung. Di pasar malam sekatenan ini saya manfaatkan untuk menonton atraksi yang mendebarkan ini. Untuk anak dibawah umur, tidak direkomendasikan untuk menonton atraksi ini. selain tontonan yang mengerikan, asap motor dan bisingnya suara akan membuat anak-anak takut.

Jalan dengan lampu warna-warni cukup menarik, jadi sekedar kongkow-kongkow di jalan pun menyenangkan untuk saya dan teman-teman menghabiskan akhir pekan.

lampu warna warni yang cantik
lampu warna warni yang cantik

Sate Klatak,
Potongan daging sapi dengan ukuran yang tidak biasa, ditusuk dengan jeruji besi dan dibakar selayaknya sate.

Disajikan dengan pilihan bumbu kecap atau kuah tongseng, cukup memanjakan lidah saya yang biasa menikmati sate dengan bumbu kacang.

sate klatak
sate klatak

Gelato Tempo,
Dekat dengan penginapan saya di Prawirotaman, membuat saya tidak melewati kesempatan mencicipi gelato yang sedang happening ini.

Banyak pilihan rasa dan warna dengan harga yang terjangkau.

macam rasa dan warna gelato
macam rasa dan warna gelato

Di akhir pekan harus extra sabar karena antrian panjang dan tempatnya yang tidak terlalu besar untuk sekedar menikmati gelato di tempat. Saya memutuskan untuk dine in karena ramai.

matcha & dragon fruit
matcha & dragon fruit

Cukup dengan harga minimal Rp. 20.000 saya bisa menikmati gelato dengan 2 pilihan rasa.

Selalu ada alasan yang buat saya ingin kembali ke Yogyakarta.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *