Cerita dari Labengki – Sombori

Labengki – Sombori, dua pulau yang belum banyak diketahui orang. Terletak di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, pulau ini menyajikan pemandangan yang memanjakan mata.

Bokori Island,
Sebelum perjalanan laut dimulai, sambil menunggu teman-teman yang belum tiba, saya dibawa menuju Pulau Bokori.

Pulau Bokori sendiri merupakan tempat wisata di kawasan Sulawesi Tenggara, tempat yang konon tidak terawat pada jaman dulunya, sekarang  menjadi pilihan warga sekitar untuk sekedar berwisata atau menikmati pemandangan yang sangat cantik.

DCIM100MEDIADJI_0163.JPG
Bokori Island

Pulau Labengki,
Berada di Sulawesi Tenggara. Pulau yang terdiri dari banyak gugusan  karang besar dan kecil ini tak kalah cantiknya dibanding Raja Ampat yang sudah terkenal, itu sebabnya Labengki disebut Raja Ampat-nya Sulawesi.  Labengki dapat di akses dari Kota Kendari  melalui jalan darat kurang lebih  1 jam menuju Konawe dan dilanjutkan menggunakan kapal selama kurang lebih 3 jam menuju Pulau Labengki.

Selama perjalanan, banyak ditemukan karang-karang besar dan kecil, bahkan saya sempat bertemu dengan sekawanan lumba-lumba yang melompat-lompat.

Di Pulau Labengki masih sangat sederhana dan terbatas. Saya menginap beberapa malam di rumah kepala desa, tentunya dengan fasilitas seadanya. Sekedar informasi, selepas dari Kendari tidak lagi bisa saya dapatkan signal provider, hanya salah satu provider besar saja yang dapat diakses dan itupun hanya telepon, sementara untuk jaringan data/internet tidak bisa.

Goa Kolam Renang,
Dibelakang homestay yang saya tinggali, ada goa dengan air yang payau yang jernih bernama Goa Kolam Renang, cukup berjalan kaki dan sedikit menuruni anak tangga untuk menuju goa tersebut. Dengan pencahayaan yang cukup, saya bisa menikmati jernih dan dinginnya air di goa kolam renang.

Goa Kolam Renang

gua-kolam-renang

Mercusuar,
Setelah bermain dengan sejuknya air di goa kolam renang, pilihan lain menikmati sore adalah menuju mercusuar yang sudah lama tidak beroperasi. Disekitarnya ada view lautan yang tenang dengan angin yang semilir. Menikmati sore jadi menyenangkan sampai hari benar-benar gelap.

Mercusuar dari kejauhan
Mercusuar dari kejauhan
Mercusuar dari kejauhan
Mercusuar dari kejauhan

Selepas maghrib, jika masih ingin mencari angin, kembali ke dermaga menjadi opsi lain. Hembusan angin dipinggir dermaga dengan penerangan bulan serta tawa canda anak-anak yang bermain di sekitar dermaga menjadi sajiannya.

Menikmati bulan terang di dermaga
Menikmati bulan terang di dermaga

Pulau Sombori,
Hari ini perjalanan saya dilanjutkan menuju Pulau Sombori yang sudah berbeda provinsi dengan Pulau Labengki. Pulau Sombori masuk kawasan provinsi Sulawesi Tengah.

Maka, diharuskan untuk berijin terlebih dahulu ke kantor kepala desa  sebelum memasuki kawasan Sombori.

Puncak Kayangan,
Tak mudah mencapai Puncak Kayangan, selain harus memanjat tebing terjal yang merupakan batuan granit dan karang, pulau ini juga tak memiliki daratan datar sekadar untuk berpijak. Tapi setelah sampai di puncak, terbayar sudah semua kesusahan.

 

DCIM100MEDIADJI_0273.JPG
Puncak Kayangan ( Raja Ampat-nya Sulawesi )

DCIM100MEDIADJI_0275.JPG

Goa,
Selain laut dan tebing, goa menjadi salah satu tujuan untuk exploring.

IMG_20171007_094919_HDR

Goa Berlian,
Stalagmit dan stalagtit di dalam goa yang terkena tetesan air sehingga menjadikan batu tersebut seolah-olah bagaikan berlian yang menyala-nyala dalam kegelapan.

 

Terdapat lubang di atas gua sehingga sinar matahari dapat masuk
Terdapat lubang di atas gua sehingga sinar matahari dapat masuk

Rumah Nenek,
Merupakan rumah diatas laut, ditinggali seorang nenek. Ramai di sana, banyak orang-orang berkunjung. Disediakannya kopi sachet serta air panas untuk tamu dan mereka yang datang bisa memberi sedikit donasi untuk sang nenek. Dari rumah nenek, view yang tampak juga sangat memanjakan mata.

Dari rumah nenek, pemandangannya masih dengan tebing dan warna memikatnya pulau ini.

Pulau Koko,

IMG_20171007_111448

IMG-20171010-WA0133

DCIM100MEDIADJI_0228.JPG

Danau / Lagoon,
Untuk bisa menuju kesini harus dalam air laut surut, karena   saya harus melewati goa karang dengan jalan merunduk dengan tetap berhati2 dengan kepala kita ( takut kepentok ) atau kaki / tangan saya karena takut menginjak / merusak karang atau ekosistem laut yang masih hidup.  

Dan setelah berjalan menunduk dan berhati-hati, inilah pemandangan yang kita dapatkan.

Blue Lagoon / Danau Wolowolo
Blue Lagoon / Danau Wolowolo

IMG_20171008_091715

Karena air laut sedang surut, saya bisa dengan mudah dan jelas menemukan ikan laut dan kawan-kawannya.

IMG_20171008_092502

IMG_20171008_092235

IMG_20171008_093055

IMG_20171008_092942

DCIM100MEDIADJI_0288.JPG

Belum selesai dengan Wolo-wolo, selanjutnya mari berpanjat-panjat dan menikmati keindahan dari ketinggian tebing.

Danau Alnamira,

IMG_20171008_104243_HDR

IMG_20171008_105407_HDR

Bisa juga untuk turun sekedar berfoto atau berenang menikmati dinginnya air danau ini, tapi harus berhati-hati karena banyak bulu babi disini.

Mau nangis rasanya waktu ngepost foto ini, haru, bangga dan gak habis-habisnya bersyukur punya alam secantik ini dan pernah menginjakkan kaki di sini.

Tebing selanjutnya….
Pulau Mauang / 7 Wonders

DCIM100MEDIADJI_0307.JPG

DCIM100MEDIADJI_0304.JPG

DCIM100MEDIADJI_0302.JPG

IMG_20171008_114738

Tidak kalah menawan, tidak perlu usaha yang berarti untuk mendapatkan view ini. Cukup sedikit climbing dan tentunya harus berhati-hati karena tebing yang tajam sangat bisa melukai tangan atau kaki saya.

Pantai Pasir Merah,

DCIM100MEDIADJI_0323.JPG

IMG_20171008_144919

IMG_20171008_144958

Tidak terlalu ramai pengunjung disini, pantainya hanya segaris berpasir kemerahan namun cukup nyaman untuk sekedar menepi dan menikmati hembusan angin atau sebentar bermain air.  Ada keunikan disini yaitu sepasang pohon kelapa yang batangnya seolah patah namun masih hidup dan sangat bisa dijadikan background berfoto.

Pantai Pasir Panjang,
IMG_20171008_154411

Dengan deretan pohon kelapa, pasir putih dan bening air disini, cukup asik untuk menutup perjalanan hari itu.

Kimaboe Resort,
Dari resort yang saya tinggali, saya bisa melihat biota laut langsung dari depan kamar. 9 spesies kima juga ada di sini. Dari sekedar bermain kayak, perahu, hammock, snorkeling sampai flying fox bisa dilakukan tanpa keluar area Kimaboe resort.

IMG_20171008_131614

IMG_20171008_134844

IMG_20171008_132730

IMG_20171009_100624_HDR

DCIM100MEDIADJI_0296.JPG
snorkeling di depan penginapan

Atau sedikit menaiki anak tangga untuk melihat view seperti ini dari resort tempat saya tinggal.

DCIM100MEDIADJI_0261.JPG
Teluk cinta

IMG-20171010-WA0244

DCIM100MEDIADJI_0277.JPG
dari sisi lain
DCIM100MEDIADJI_0263.JPG
Dan tampak dari atas. terlihat perbedaan warna yang cantik.

**Perjalanan menuju Labengki dimulai dari kota Kendari. 
Flight bisa direct dari Jakarta ke Kendari atau transit Makassar dengan biaya kurang lebih Rp. 3.000.000 return.
Biaya open trip dari Tukang Jalan kurang lebih Rp. 2.950.000 per pax

Happy trip-ing :)